https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/issue/feedJurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada2026-04-21T13:42:22+07:00Wenny Rahmawati, S.Keb.,Bd.,M.Kebwenny@widyagamahusada.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada (JIKMH) is a scientific communication media, which is published biannually by the Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Widyagama Husada. JIKMH publishes both literary and fieldwork studies in the field of health, specifically midwifery, nursing, and environmental health.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p>https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/458PENGARUH KOMPRES JAHE TERHADAP TINGKAT NYERI SENDI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURBARATU2026-04-20T14:12:45+07:00Dina Mardianadinamardiana1015@gmail.comPeni Cahyatipeni_poltekestsm@yahoo.comYanyan Bahtiaryanyan.bahtiar@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.idDudi Hartonoduhar09@gmail.com<p>Nyeri sendi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia. Penanganan nyeri pada lansia memerlukan pendekatan yang tepat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor biologis, psikologis dan sosial. Konsep yang mendasari penelitian ini adalah nyer sendi dan kompres jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres jahe terhadap tingkat nyeri sendi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Purbaratu. Penelitian menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest control group, sebanyak 70 lansia dibagi menjadi kelompok intervensi yang diberikan terapi kompres jahe dan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi khusus. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji McNemar dan uji Fisher Exact Test. Hasil analisis menunjukkan terdapat penurunan tingkat nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi setelah pemberian kompres jahe. Secara statistik, hasil pengukuran tingkat nyeri antar kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Terapi kompres jahe berpotensi digunakan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologi dalam manajemen nyeri pada lansia.</p>2026-04-20T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/456PENGARUH KECEMASAN TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI: STUDI CROSS-SECTIONAL2026-04-20T14:02:21+07:00Abdul Qodirabdulqodir.ners@gmail.comSitti Fizraini Pomalingosittifihzrainip@gmail.comMuntaha Muntahaabdulqodir.ners@gmail.com<p><em>Anxiety is an important factor that may affect blood pressure in the elderly, where the stress response triggered can worsen health conditions by increasing blood pressure through sympathetic nervous system hyperactivity. Analyzing the effect of anxiety on blood pressure in the elderly in the working area of the Ardimulyo public Health Center work area, Malang Regency. This study used a cross-sectional design, conducted at the Ardimulyo Health Center in Malang Regency. The sampling technique employed was purposive sampling with a sample size of 60. The instruments used were the Geriatric Anxiety Scale (GAS) questionnaire and a digital blood pressure meter. The analysis was conducted using the Kruskal-Wallis test and the Post Hoc Mann-Whitney test. The results of this study on anxiety showed that 2 individuals (3.3%) fell into the non-anxious category, 24 individuals (40.0%) experienced mild anxiety, 31 individuals (51.7%) had moderate anxiety, and 3 individuals (5.0%) had severe anxiety. For systolic blood pressure in mmHg, the mean was 143.2 mmHg, with a minimum of 105 mmHg, a maximum of 189 mmHg, and a standard deviation of 20.97 mmHg. The mean diastolic blood pressure was 82.68 mmHg, with a minimum of 62 mmHg, a maximum of 156 mmHg, and a standard deviation of 12.931 mmHg. The results of the Kruskal-Wallis test for systolic blood pressure indicated a p-value <0.05 (p < 0.001), and for diastolic blood pressure, the p-value was <0.05 (0.017). The Post Hoc Mann-Whitney test for systolic blood pressure showed a significant difference between mild anxiety and moderate anxiety, with a p-value <0.05 (p < 0.001), while the diastolic blood pressure showed a significant difference between mild anxiety and severe anxiety, with a p-value <0.05 (0.013). There is a significant effect of anxiety on systolic blood pressure and diastolic blood pressure.</em></p>2026-04-20T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/454ANALISIS PELAKSANAAN PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS (TB) DI PUSKESMAS ROWOREJO PESAWARAN TAHUN 20242026-04-20T14:54:59+07:00Elvia Puspitaiswantodaud05@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses dan hasil pelaksanaan program penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Puskesmas Roworejo, Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi TB masih banyak dilakukan secara individual dan belum terjadwal secara massal, disebabkan oleh kurangnya koordinasi antar program. Strategi promosi kesehatan mengandalkan media sosial, temu langsung, serta pemberdayaan kader. Penemuan kasus dilakukan secara pasif melalui kerja sama dengan jejaring fasilitas kesehatan swasta dan secara aktif melalui tracing kontak oleh kader, namun belum berjalan optimal karena belum adanya jadwal rutin. Sistem pencatatan dan pelaporan menggunakan aplikasi SITB telah berjalan dengan baik, meskipun masih menghadapi kendala dalam integrasi data dari fasilitas swasta. Dari sisi keluaran, cakupan penemuan kasus TB masih di bawah target nasional dan mengalami penurunan, yang disebabkan oleh kurangnya dukungan masyarakat, terbatasnya sumber daya, dan lemahnya koordinasi antar program. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi edukasi, peningkatan peran kader, serta perbaikan sistem koordinasi lintas sektor guna mendukung efektivitas program pengendalian TB</p>2026-04-20T14:04:28+07:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/455IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERMENDIKBUDRISTEK NOMOR 30 TAHUN 2021 DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG TAHUN 20242026-04-20T14:55:33+07:00Selvi Artinaiswantodaud02@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKPT) di Universitas Malahayati Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman para pihak terkait, termasuk Satuan Tugas PPKS, Biro Kemahasiswaan, dan mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa struktur organisasi Satgas telah terbentuk sesuai regulasi, namun masih terdapat kendala dalam hal fasilitas pendukung, koordinasi, dan sosialisasi. Pemahaman terhadap kebijakan di kalangan anggota Satgas dan biro cukup baik, tetapi belum merata di kalangan mahasiswa. Mekanisme pelaporan sudah tersedia, namun belum dikenal luas oleh sivitas akademika. Pelaksanaan kebijakan juga masih menghadapi hambatan seperti respon lambat dan keterbatasan otoritas Satgas. Penelitian merekomendasikan peningkatan koordinasi lintas unit, sosialisasi yang adaptif, serta pelibatan aktif mahasiswa dalam mendukung keberhasilan kebijakan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.</p>2026-04-20T14:06:14+07:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/451Central Obesity As A Risk Factor For Type 2 Diabetes Mellitus.2026-04-20T14:10:07+07:00Ismatul Fauziah Rambeismatulfauziah@umsu.ac.id<p><em>Central Obesity, Characterized By The Accumulation Of Fat Around The Abdomen, Has Been Increasingly Recognized As A Significant Risk Factor For Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM). This Systematic Review Aims To Evaluate Between Central Obesity And The Incidence Of T2DM. A Literature Search Was Conducted In July 2025 Using Databases Such As Pubmed, Google Scholar, And Ebsco. The Inclusion Criterias Are: Studies Published In The Last 10 Years, Available In Full Text, And Accessible For Free. Five Relevant Studies Were Reviewed And Synthesized. The Results Consistently Show That Indicators Of Central Obesity, Including Waist Circumference, Waist-To-Hip Ratio, Weight-Adjusted Waist Index (WWI), And Triglyceridemic Waist Phenotype, Are Strongly Associated With The Risk Of T2DM, Outperforming General Obesity Metrics Like BMI. The Visceral Fat Accumulation Plays A Critical Role In Insulin Resistance And Metabolic Dysfunction. These Results Draw Attention To The Value Of Central Obesity Measurements As Essential Components Of Early Detection And Prevention Strategies Aimed At Combating The Global Diabetes Burden. </em></p> <p><em> </em></p> <p> </p>2026-04-20T14:10:07+07:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/449ANALISIS FAKTOR PENERIMAAN TEKNOLOGI TERHADAP PENGGUNAAN REKAM MEDIK ELEKTRONIK (RME) DENGAN MODEL TAM2026-04-20T14:11:44+07:00Irvan Susyanto Mingguirvansusyantominggu@gmail.com<p><em>Digital transformation in the health service system requires the implementation of Electronic Medical Records (RME) in all health service facilities, including in remote areas such as the Bokondini Community Health Center, Tolikara Regency. However, RME implementation faces various challenges, including limited infrastructure, technology access, and user readiness. This research aims to analyze the relationship between Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), and Attitude Toward Using (ATU) on Actual Usage (AU) in the use of RME based on the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This research uses a cross-sectional design with a descriptive quantitative approach. A total of 24 health workers at the Bokondini Community Health Center were included as respondents using the total sampling method. Data was collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that there was a significant relationship between PEOU (p = 0.045), PU (p = 0.019), and ATU (p = 0.017) on AU. It can be concluded that perceived ease of use, perceived usefulness, and positive attitudes of users towards technology play an important role in driving actual use of RME. Therefore, efforts to increase digital literacy, training and providing infrastructure are strategic steps in supporting the successful implementation of RME, especially in disadvantaged and hard-to-reach areas</em></p>2026-04-20T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/437HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAJA KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 20242026-04-21T13:40:21+07:00Nopea ramdhani Indri kelanaNovea9821@gmail.comNovika Andoranovika@umitra.ac.id<p>Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, ditandai dengan peningkatan volume, keenceran, serta frekuensi buang air besar pada orang dewasa >3 kali sehari dan pada balita lebih dari 4 kali sehari dengan atau tanpa lendir dan darah. diare merupakan feses dengan kestabilan cair ataupun berair yang berlangsung 3 ataupun lebih feses cair ataupun berair dalam durasi 24 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Diwilayah Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Tahun 2024.</p> <p>Jenis penelitian <em>kuantitatif,</em> desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode <em>cross-sectional</em>. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja dalam cakupan Kecamatan Garuntang yang memiliki balita (anak usia 1-5 tahun) dengan riwayat pernah berobat di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung di bulan Mei tahun 2024 sebanyak 102 ibu rumah tangga. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah <em>Simple random Sampling.</em></p> <p>Berdasarkan uji statistik, diketahui bahwa nila p-value 0,003 atau p-value < 0,05 yang artinya Ada Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Diwilayah Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat dijadikan sebagai Sebagai peningkatkan pengetahuan orang tua dalam penanganan diare pada balita dan sebagai kajian bagi pihak terkait untk mengembangkan tingkat pengetahuan dan pemeliharaan kesehaan lingkungan.</p>2026-04-21T13:40:21+07:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/436HUBUNGAN TINGKAT PENDIDKAN PERAWAT DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD MAYJEND H.M RYACUDU KABUPATEN LAMPUNG UTARA2026-04-21T13:42:22+07:00Solehah Solehahsoliha.april20@gmail.com<p>Dokumentasi merupakan catatan yang dapat digunakan sebagai bukti hukum oleh tenaga kesehatan, berisi data lengkap dan nyata tentang kondisi pasien serta proses perawatannya dari masuk hingga keluar rumah sakit. Di indonesia saat ini,terdapat permasalahan yaitu masih banyak perawat yang kurang memahami cara pendokumentasikan yang benar. Pelaksanaan dokumentasi asuhan keperwatan merupakan indikator kinerja perawat salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan perawat dengan pendokumtasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Mayjend H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara.Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berkerja diruang rawat inap RSUD Mayjend H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara, dengan jumlah populasi 112 perawat dihitung menggunakan rumus slovin untuk menentukan jumlah sempel didapatkan hasil 53 responden.Teknik pengambilan sempel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat (chi square).Hasil penelitian diperoleh sebanyak 24 responden ( 45,3%) dengan tingkat pendidikan Diploma III, responden yang memiliki Pendokumentasaian asuhan keperawatan kurang baik sebanyak 24 responden (45,3%). Berdasarkan uji statistik, didapatkan hasil p-velue 0,000 (sig < 0,05) Ha diterima, yang artinya terdapat hubungan secara signifikan antara tingkat pendidikan perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Mayjend H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara. Disarankan menambah pengetahuan tentang dokumentasi asuhan keperawatan melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, atau seminar agar dapat melakukan pendokumentasian dengan baik<strong>.</strong></p>2026-04-21T13:42:22+07:00##submission.copyrightStatement##