Hubungan Perilaku 3M Plus Masyarakat Dengan Kejadian DBD Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta

  • Prabawati Sinta
Keywords: Perilaku 3M Plus, Kejadian DBD

Abstract

Kejadian DBD di seluruh dunia dilaporkan oleh WHO dengan jumlah sebanyak 500.000 penderita dan 22.000 kematian. Wilayah kerja Puskesmas Gambirsari menempati urutan tertinggi kejadian DBD di Surakarta. Gerakan 3M plus merupakan upaya agar kejadian DBD menurun. Tujuan untuk mengetahui hubungan perilaku 3M plus masyarakat dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta.

Menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta (RT 09 RW 20 Kelurahan Kadipiro) sebanyak 213 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 138 orang dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan cara mengundi anggota populasi.

Responden yang berperilaku 3M plus masyarakat yaitu sebesar 81,2% (112 orang) dan yang mengalami kejadian DBD yaitu sebesar 5,8% (8 orang). Hasil uji Spearman diperoleh nilai p-value = 0,000 dan rs = 0,515.

Ada hubungan perilaku 3M plus masyarakat dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta.Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam menanggulangi DBD adalah gerakan 3M plus masyarakat yaitu menguras, menutup, mengubur plus melakukan langkah lain yang dapat memberantas perkembangbiakkan nyamuk. Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat untuk meningkatkan perilaku 3M plus masyarakat untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Volume 7.2 Oktober 2018
Published
2018-12-04
How to Cite
Sinta, P. (2018). Hubungan Perilaku 3M Plus Masyarakat Dengan Kejadian DBD Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 7(2), 93-104. https://doi.org/10.33475/jikmh.v7i2.25
Section
Articles